Home / Diskusi & Sharing Pembelajaran yang Inovatif (1)

Diskusi & Sharing Pembelajaran yang Inovatif (1)

Pada hari Rabu, tanggal 23 Juli 2014, Pusat Inovasi Pembelajaran (PIP) menyelenggarakan kegiatan yang disebut Diskusi dan Sharing Pembelajaran yang Inovatif. Kegiatan yang dilaksanakan untuk pertama kali ini, bermaksud hendak memfasilitasi kegiatan saling berbagi pengalaman terutama dalam pembelajaran di antara sesama dosen. Bertempat di Ruang Rapat Rektorat, Lantai 2, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr.  B. Suprapto Brotosiswojo yang akrab di sapa Pak Beny dan Hendrikus Endar Suhendar, SS., M.Hum. Prof. Benny dalam pemaparannya lebih menekankan pada pengalaman  memanfaatkan media dalam pembelajaran sebagai salah satu pendekatan penting sehingga dapat membantu mempermudah mahasiswa untuk memahami materi yang diajar. Menurut Prof. Benny dalam model pembelajaran yang menekankan Student Centered Learning hal yang penting adalah bagaimana proses pembelajaran harus diarahkan untuk membantu mahasiswa memiliki pengetahuan yang diajarkan. Karena itu, pemanfaatan media pembelajaran akan sangat membantu mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan tersebut. Sementara itu, Pak Endar membagikan pengalaman mengenai penerapan metode Exposure dalam pembelajaran Agama Katolik. Metode Eksposure, sebagaimana dijelaskan oleh Pak Endar, diartikan sebagai usaha untuk menyingkapkan atau menganalisis. Dengan metode ini mahasiswa peserta Mata Kuliah Agama Katolik melakukan kegiatan lapangan, semacam kajian sosial terhadap masyarakat dari kelompok terbatas.  Penerapan metode ini dalam pembelajaran juga menyertakan salah satu aspek yang sangat penting, yaitu refleksi. Dengan refleksi mahasiswa diajak untuk merenungkan manfaat dan nilai penting yang diperoleh dari kegiatan tersebut. Dihadiri oleh 47 peserta, ruang yang biasa digunakan untuk rapat tersebut terasa penuh. Antusiasme tidak saja ditunjukkan oleh para dosen muda, melainkan juga oleh para dosen senior yang tetap bersemangat mengikuti jalannya acara hingga selesai.