Pembelajaran Dulu dan Sekarang

Dr. rer. nat Cecilia Esti Nugraheni
(Dosen Program Studi Teknik Informatika)

 

Dr.  rer.  nat  Cecilia  Esti  NugraheniTulisan ini diawali dengan cuplikan syair berikut:

Esuk-esuk srengengene uwis metu, Sibu
Nyuwun pangestu keng putra badhe sinau, Sibu
Nyangking tas ing njerone isi sabak, Bapak
Bingah-bingah keng wayah badhe sekolah, Simbah

 

Dapat dipastikan tidak banyak yang mengenal syair di atas, apalagi anak muda zaman sekarang. Syair itu adalah lagu anak-anak dalam bahasa Jawa yang sudah sangat lama. Terjemahan bebas dari lagu tersebut kurang lebih sebagai berikut:

Pagi-pagi matahari t’lah bersinar, Bunda
Mohon restu ananda pergi belajar, Bunda
Membawa tas di dalamnya ada sabak, Bapak
Riang-riang cucunda akan sekolah, Embah
 

Lagu itu menggambarkan kegembiraan seorang anak kecil yang akan pergi sekolah. Sebelum berangkat anak tersebut berpamitan dan meminta restu pada ibunya, bapaknya, dan bahkan kakek-neneknya.

Disebutkan pada lagu tersebut bahwa anak itu membawa sabak di dalam tasnya. Sabak adalah alat tulis era 60an, seperti papan tulis, ukurannya sekitar 30cm x 20cm. Sabak ini selalu berpasangan dengan grip yang dapat diibaratkan buku dan pensil di jaman sekarang. Pada masa itu semua kegiatan menulis dan menggambar menggunakan sabak. Karena ukurannya yang kecil maka kemampuan untuk ditulisi sangat terbatas. Jika sudah tidak ada tempat lagi untuk menulis maka sebagian tulisan yang ada harus dihapus.

Lagu di atas juga secara implisit menjelaskan pengertian bersekolah yang umum pada jaman dulu. Anak-anak berangkat dari rumah dan pergi ke sekolah untuk belajar. Di sekolah terjadi proses pembelajaran yang melibatkan guru dan siswa dan terjadi interaksi secara langsung antara pengajar dan pembelajar.

Dapat dibayangkan bagaimana proses pembelajaran berlangsung. Guru mengajar dengan cara menjelaskan, menulis di papan tulis dengan kapur dan mungkin dibantu dengan alat-alat peraga sederhana. Sumber belajar diperoleh dari buku-buku yang masih jarang dan mahal. Para siswa mencatat dan mengerjakan tugas menggunakan sabak dan grip. Jika ada pertanyaan para siswa bertanya dan dijawab langsung oleh guru. Terjadi pula interaksi antar siswa baik pada saat pelajaran berlangsung maupun pada saat istirahat.

Situasi dan kondisi dunia pendidikan saat ini tentu sudah sangat berbeda dari apa yang dilukiskan oleh lagu anak-anak tadi. Sabak dan grip sudah tidak digunakan lagi oleh anak-anak sekolah sebagai alat tulis. Kemajuan teknologi telah berhasil menggantikannya dengan buku dan pensil yang memungkinkan siswa membuat catatan yang lebih banyak dan bersifat permanen. Bahkan perkembangan teknologi informasi telah menghasilkan alat-alat canggih seperti notebook, laptop, tablet, dsb yang bisa digunakan tidak hanya sebagai alat pencatat dengan kemampuan menyimpan yang sangat besar.

Sumber belajar juga tidak lagi hanya dari buku teks. Dengan adanya internet maka keberadaan buku teks secara fisik tidak lagi menjadi kendala. Saat ini telah banyak buku-buku dalam bentuk digital (e-book) yang bisa diunduh dari internet dengan mudah dan murah bahkan gratis. Alat-alat peraga juga sudah lebih beragam. Perkembangan teknologi informasi dan multimedia telah melahirkan Computer Assisted Learning (CAL) yaitu program-program komputer yang dapat digunakan sebagai alat bantu ajar yang sangat membantu guru dalam menjelaskan dan membantu siswa untuk lebih mudah memahami materi pelajaran.

Saat ini kegiatan pembelajaran tidak harus dilaksanakan secara formal di sekolah. Bahkan orang dapat belajar tanpa meninggalkan rumahnya. Pembelajaran dapat dilaksanakan secara jarak jauh. Berlangsungnya proses pembelajaran juga tidak lagi dibatasi oleh waktu. Berkat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), komunikasi jarak jauh antara guru dan siswa dapat terjadi baik secara langsung (real time) maupun tidak langsung.

Dukungan teknologi bagi pembelajaran tidak perlu diragukan lagi. Hal penting terkait dengan ini adalah penggunaan teknologi dengan tepat. Teknologi sebagai pendukung pembelajaran biasanya tidak lepas dari pendekatan/metodologi pembelajaran tertentu. Untuk itu wawasan tentang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi sesuatu yang penting bagi para guru. Teknologi pembelajaran (educational technology), sebuah studi yang mengkaji pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran, kiranya dapat menjadi acuan yang berguna.

Sebagaimana penggunaan teknologi pada bidang lain, penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga mempunyai dampak positif dan negatif. Kembali pada syair lagu di depan, keterbatasan sabak membuat siswa lebih memperhatikan guru di kelas. Hal ini bisa dibandingkan dengan para mahasiswa sekarang yang lebih banyak ngobrol di kelas dengan alasan dapat belajar sendiri dengan membaca e-book di rumah. Berpamitan dan memohon restu tidak mempunyai makna lagi jika sekolah adalah kamar tidur anak di rumah. Sebuah ritual indah yang bagi sebagian orang, termasuk saya, sayang sekali bila itu hilang.