Home / Publikasi / Buletin Sañcaya / Sañcaya Volume 02 Nomor 03 Edisi Mei-Juni 2014 / Peran Teknologi dalam Proses Pembelajaran

Peran Teknologi dalam Proses Pembelajaran

Sani Susanto, Ir., M.T., Ph.D.
(Dosen Program Studi Teknik Industri)

Sani Susanto - photographPakar Bahasa Indonesia Alm. prof. Anton M. Moeliono mengajak kita semua untuk menelaah kata “pembelajaran” dan “pemelajaran” (Moeliono, 2003). Berikut ini adalah beberapa butir penting dari penelaahan tersebut. Pembelajaran bermakna menjadikan atau menyebabkan belajar, sebagai padanan dari kata teaching dalam bahasa Inggris. Pemelajaran bermakna perbuatan atau proses mempelajari, sebagai padanan dari kata learning. Pelaku pembelajaran disebut pembelajar padanan kata instructor. Pelaku pemelajaran disebut pemelajar padanan untuk learner. Lebih lanjut, karena yang dapat melakukan kegiatan belajar adalah manusia (mungkin juga beberapa mahluk hidup lainnya), maka kata pembelajaran berobyek mahluk hidup. Misalnya pembelajaran: murid (untuk TK atau SD), pelajar (untuk SMP), siswa (untuk SMA), dan mahasiswa (untuk perguruan tinggi). Istilah peserta didik digunakan untuk memayungi pemelajar diseluruh jenjang. Adapun kata pemelajaran dapat berobyek benda abstrak ataupun konkrit. Misalnya pemelajaran mesin, pemelajaran agama, pemelajaran bahasa.

Tema buletin Sañcaya kali ini dalam tafsiran penulis, hendak menggali peran teknologi dalam meningkatkan efektivitas kegiatan perguruan tinggi dalam menjadikan atau menyebabkan peserta didiknya belajar. Proses pembelajaran sebagai serangkaian kegiatan perguruan tinggi untuk menjadikan peserta didik belajar dijalankan oleh paling sedikit dua aktor. Aktor pertama disebut peserta didik sebagai pihak yang belajar disebut pemelajar. Aktor kedua, disebut dosen, atau pembelajar, sebagai pihak yang membelajarkan peserta didik. Untuk membuat kedua aktor ini dapat berkomunikasi diperlukan alat bantu berupa bahan belajar dan teknologi pembelajaran. Secara skematis, proses pembelajaran yang melibatkan pembelajar, pemelajar, bahan belajar dan teknologi digambarkan pada skema berikut:

Skema Proses Pembelajaran

Lalu apa sebenarnya teknologi pembelajaran dan apa peranannya? Teknologi pembelajaran adalah perangkat yang berfungsi untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran yang dijalankan pembelajar, sehingga sang pemelajar mampu belajar untuk menguasai bahan belajar. Dalam ungkapan yang lebih sederhana, teknologi pembelajaran adalah setiap teknologi yang digunakan pembelajaran dalam proses pembelajaran. Bentuk teknologi pembelajaran dapat berupa (YPSB, 2014):

  1. Teks (karakter alfa-numerik ditampilkan dalam buku, poster, papan tulis, layar komputer),
  2. Audio (mencakup dapat didengar oleh seseorang seperti suara, musik, suara mekanik),
  3. Visual (diagram di poster, gambar pada papan tulis, foto, gambar dalam sebuah buku, kartun),
  4. Media gerak (media yang menampilkan gerak termasuk rekaman video dan animasi),
  5. Manipulasi tiga dimensi (dapat disentuh dan ditangani oleh mahasiswa),
  6. Perangkat lunak

Pada kesempatan ini pembahasan peran teknologi pembelajaran dibatasi pada peran perangkat lunak Statistika, seperti SPSS, dalam pembelajaran. Pembatasan ini diperlukan mengingat terbatasnya oleh jumlah kata yang dapat digunakan, disamping demi menjaga kesesuaian dengan aktivitas penulis sebagai pembelajar beberapa mata kuliah yang berhubungan dengan Statistika, di Fakultas Teknologi Industri dan Fakultas Ekonomi, UNPAR. Berdasarkan pengalaman dan kesan penulis, terdapat sekurang-kurangnya dua peran utama dari perangkat lunak seperti SPSS dalam proses pembelajaran yang melibatkan para peserta didik sebagai pemelajar. Peran pertama, perangkat lunak memberi kesempatan lebih banyak kepada pembelajar untuk mengarahkan pemelajar untuk mempelajari hal yang lebih esensial, yaitu langkah 1, 2, dan 4, dan menyerahkan hal yang kurang esensial namun menyita tenaga dan waktu kepada perangkat lunak, yaitu langkah 3, dari langkah pemodelan statistika berikut ini (Biehler, 1996):

  1. memahami masalah dunia nyata
  2. menerjemahkan masalah dunia nyata ke dalam model statistika
  3. melakukan teknis perhitungan terkait model statistika yang telah dirumuskan
  4. melakukan interpretasi hasil teknis perhitungan

Peran kedua perangkat lunak memberi kesempatan lebih banyak kepada pembelajar dan pemelajar untuk melakukan analisis “what … if …”, dalam memahami efek perubahan data terhadap interpretasi hasil, suatu hal yang tidak leluasa dilakukan tanpa kehadiran perangkat lunak, dengan mengingat keterbatasan lamanya tatap muka pembelajaran.

Pustaka

Biehler, R., 1996. Student’s Difficultiesin Practicing Computer-supported Data Analysis: Some Hypothetical Generalization from Results of Two Exploratory Studies, Proceedings of the 1996 IASE Round T able Conference  University of Granada, Spain, 23-27 July, 1996, halaman 176-197.

Moeliono, A.M., 2003. Pembelajaran atau Pemelajaran?, KOMPAS, 26 Juli 2003.

YPSB(Yayasan Pendidikan Sekolah Bruder) Teknologi dan Media Memudahkan Pembelajaran. http://vianneymtb. wordpress.com/2013/05/1 1/teknologi-dan-mediamemudah kan-pembelajaran/ diakses 2 Juni 2014