Belajar Membawa Perubahan Sikap

Benny Yong, S.Si, M.Si.
(Dosen Program Studi Matematika)

Benny YongStatistika merupakan ilmu yang digunakan oleh hampir kebanyakan program studi di UNPAR. Dari 16 program studi yang ada di UNPAR, hanya 4 program studi (teknik kimia, arsitektur, ilmu hukum, dan ilmu filsafat) yang tidak menyediakan mata kuliah wajib statistika. Walaupun mata kuliahnya sama, tetapi cara pengajaran di berbagai program studi ini tidaklah sama karena karakter dari pembelajar berbeda-beda. Walaupun dalam proses pengajaran statistika, seorang pengajar harus dapat memberikan pemahaman konsep dengan baik kepada mahasiswa, secara umum tentang bagaimana statistika itu dapat digunakan untuk menggambarkan data (statistika deskriptif) dan juga untuk melakukan pengambilan kesimpulan tentang parameter populasi berdasarkan analisa pada sampel (statistika inferensi), tetapi pengajaran statistika di program non sains tentu berbeda dengan pengajaran statistika di program sains. Misalkan dari pengalaman saya mengajar mata kuliah statistika di beberapa program studi di UNPAR. Di fakultas ekonomi (program studi ilmu ekonomi dan studi pembangunan, akuntansi, dan manajemen), pengajaran statistika tentu lebih banyak dikaitkan dengan contoh-contoh aplikasi statistika dalam bisnis, keuangan, dan ekonomi. Di program studi hubungan internasional, akan lebih banyak contoh-contoh aplikasi statistika dalam bisnis dan politik yang diberikan. Berbeda dengan program non-sains, di program studi fisika dan teknik informatika, pengajaran statistika ini lebih banyak dikaitkan dengan contoh-contoh aplikasi statistika di dunia sains dan teknologi. Berbeda pula di program studi matematika, pengajaran statistika akan lebih detail karena ada tuntutan bagi mahasiswa untuk dapat menurunkan suatu formula matematika, tidak hanya sekedar menerima formula itu apa adanya. Ada dua profesi yang terlibat dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi, yaitu dosen yang melakukan aktivitas mengajar dan mahasiswa yang melakukan aktivitas belajar. Kurikulum dan fasilitas pembelajaran merupakan dua komponen yang terlibat dalam proses pembelajaran. Harus ada penyesuaian kurikulum pada mata kuliah statistika sesuai dengan kompetensi yang diharapkan oleh program studi terkait. Lebih detail perlu diuraikan juga apakah setelah belajar mata kuliah ini mahasiswa diharapkan terampil dan cermat dalam menggunakan formula statistika, mampu menggunakan kalkulator sebagai alat hitung sederhana dalam mengolah data, terampil dalam menggunakan perangkat lunak statistika, sehingga nantinya mereka dapat mengaplikasikan statistika dalam kehidupannya. Fasilitas pembelajaran juga sangat mendukung dalam proses pembelajaran, misalkan untuk memahami pengertian peluang yang selama ini kebanyakan mahasiswa salah tafsir, saya menjelaskannya melalui simulasi oleh komputer dengan menggunakan perangkat lunak statistika. Fasilitas komputer dan internet sangat penting dan harus tersedia dalam ruang pembelajaran. Dari pengalaman saya mengajar statistika, harapan saya (dan pastinya harapan semua pengajar) tentu ingin agar semua mahasiswa yang belajar dapat memiliki pengetahuan, keterampilan, pemahaman konsep yang baik, dan mampu mengaplikasikannya ke dalam dunia nyata, tetapi ada hal penting yang tidak boleh dilupakan, yaitu bahwa belajar harus memberikan dampak perubahan sikap dan tingkah laku dari mahasiswa dalam belajar sebagai bekal nanti di dunia kerja, karena pada hakikatnya pembelajaran adalah proses membuat manusia belajar. Terakhir, saya mau mengutip pernyataan dari seorang pakar psikologi pendidikan, Lee Joseph Cronbach dalam bukunya Educational Psychology yang mengatakan bahwa “Learning is shown by change in behavior as a result of experience”, jadi pembelajaran ditunjukkan oleh perubahan pada perilaku individu yang belajar, sebagai hasil dari suatu pengalaman. Tentu perubahan ini tidak hanya nampak pada bertambahnya ilmu pengetahuan mahasiswa saja, tetapi juga sikap (attitude) dan nilai-nilai positif sebagai hasil dari suatu pengalaman. Semoga bermanfaat dan selamat mengajar.