Perlunya Inovasi Pembelajaran

Prof. Robertus Wahyudi Triweko, Ph.D.
(Rektor Universitas Katolik Parahyangan)

Robertus TriwekoDunia pendidikan tinggi tahun 2013 ini, jauh berbeda dengan dunia pendidikan tinggi tahun 1973 yang lalu, ketika saya memulai kuliah di Jurusan Teknik Sipil, Universitas Katolik Parahyangan. Sebagai mahasiswa Teknik Sipil, waktu itu saya merasa perlu mempunyai slide rule, sebuah alat bantu menghitung, berupa penggaris yang bagian tengahnya bisa digeser-geser untuk melakukan perhitungan yang rumit. Sayangnya, alat itu tidak sempat saya pergunakan, karena munculnya kalkulator yang bisa membantu menghitung dengan lebih mudah dan cepat. Sementara itu, studio gambar di Gedung 4, yang pada masa itu menjadi kebanggaan Fakultas Teknik, saat ini sudah tidak diperlukan lagi oleh Prodi Teknik Sipil, karena perubahan kurikulum dan perkembangan teknologi. Nyatalah bahwa perkembangan jaman memberikan dampak yang besar pada proses pembelajaran. Saat ini, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi berlangsung dengan sangat cepat, yang berdampak pada terbukanya banyaknya alternatif untuk menggali ilmu pengetahuan. Berkembangnya teknologi jaringan internet memberi kesempatan bagi siapapun untuk mencari informasi apapun di dunia maya. Dapat dikatakan bahwa saat ini kita justru kebanjiran informasi, sehingga perlu mempunyai kemampuan untuk menyaring dan memilih informasi yang akurat dan relevan dengan permasalahan yang sedang kita hadapi.

Perkembangan dan perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat ini menuntut kreativitas para dosen untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan metode pembelajaran pada mata kuliah yang diasuhnya. Masing-masing mata kuliah mempunyai sasaran kompetensi pembelajaran tertentu, yang pencapaiannya bisa dilakukan dengan bermacam cara. Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi akan berdampak pada pola perilaku para mahasiswa, yang perlu diperhitungkan oleh para dosen dalam merancang proses pembelajaran. Para dosen hendaknya memanfaatkan perkembangan teknologi informasi tersebut untuk mendukung proses pembelajaran yang diselenggarakannya.

Dalam pengembangan metode pembelajaran ini satu hal yang hendaknya dijadikan pegangan adalah bahwa proses pembelajaran hendaknya mendorong para mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar secara aktif (active learning). Oleh karena itu, pengembangan proses pembelajaran hendaknya diarahkan pada pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning). Proses pembelajaran hendaknya menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan memberikan semangat kepada peserta pembelajaran untuk menggali dan mengembangkan lebih lanjut pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan, sehingga ia memiliki kompetensi seperti yang diharapkan.

Pendidikan yang kita selenggarakan di Universitas Katolik Parahyangan bertujuan untuk membentuk manusia seutuhnya (whole person education), dengan harapan setiap lulusan Unpar bukan hanya memiliki kompetensi akademik yang tinggi, tetapi juga memiliki kepribadian yang unggul. Proses pembelajaran hendaknya kita jadikan sarana dalam pembentukan kepribadian mahasiswa tersebut. Kehadiran mahasiswa di kelas dan ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas, misalnya, membangun kebiasaan mahasiswa untuk selalu berdisiplin. Proses pembelajaran dalam kelompok, melatih mahasiswa untuk bekerjasama dengan orang lain. Menyusun tulisan ilmiah, melatih mahasiswa untuk berpikir secara sistematis, taat azas, teliti, rapi. Tugas untuk mengumpulkan informasi di lapangan, melatih mahasiswa untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak. Untuk maksud tersebut, para dosen juga harus melakukan inovasi pembelajaran, agar proses pembelajaran yang diasuhnya tidak hanya memberikan bekal pengetahuan kepada para mahasiswa, tetapi sekaligus menjadi sarana pembentukan kepribadian mahasiswa.

Alasan lain tentang perlunya inovasi pembelajaran adalah bahwa tuntutan kinerja terhadap para dosen saat ini yang jauh berbeda dengan kondisi pada masa yang lalu. Saat ini, selain menyelenggarakan proses pendidikan yang menghasilkan lulusan yang berkualitas, perguruan tinggi juga dituntut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang dilaksanakan melalui kegiatan penelitian dan publikasi. Kegiatan penelitian di perguruan tinggi hendaknya melibatkan para mahasiswa, sebagai sarana kaderisasi untuk menghasilkan calon-calon ilmuwan masa depan. Untuk melakukan penelitian dan publikasi yang berkualitas tinggi, tentu saja membutuhkan alokasi waktu yang cukup banyak. Untuk itulah para dosen perlu melakukan inovasi agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif, sehingga mereka dapat mengalokasikan waktu yang cukup untuk menangani kegiatan penelitian dan publikasi.

Pusat Inovasi Pembelajaran (PIP) mempunyai tugas untuk memfasilitasi upaya peningkatan kualitas pembelajaran tersebut secara terus-menerus di lingkungan Unpar melalui serangkaian pelatihan dasar metode pembelajaran bagi para dosen muda, penyusunan Buku Pedoman Pembelajaran, pelatihan pedagogi reflektif, serta pelatihan-pelatihan lain untuk membantu para dosen melakukan inovasi pembelajaran dan merancang proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning).

Semoga dengan berbagai upaya inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh para dosen pada masing-masing mata kuliah yang diasuhnya, kegiatan pembelajaran di lingkungan Unpar akan semakin menggairahkan, dan para mahasiswa semakin bersemangat untuk meningkatkan kemampuan mereka. Inovasi pembelajaran tersebut juga akan berdampak pada pola interaksi antara dosen dan mahasiswa, serta interaksi di antara para mahasiswa sendiri. Kalau saja hal itu terjadi, saya yakin komunitas akademik humanum dengan sendirinya menjadi kenyataan.