Parahyangan Bamboo Nation

Anastasia Maurina, S.T., M.T. (Dosen Program Studi Arsitektur)

Bu MaurinBermula dari depresi mengajarkan mata kuliah struktur di dalam program studi arsitektur, membuat saya berpikir bagaimana cara mengajarkan hal tersebut terhadap mahasiswa. Lalu teringat akan sebuah pernyataan bahwa pengalaman adalah guru yang jahat. Kenapa ? karena pengalaman akan terus membekas dan diingat, sehingga terkadang pengalaman itu baik pengalaman yang manis ataupun yang pahit sangat sulit untuk dilupakan. Hal itu akhirnya yang saya melahirkan prinsip “mereka harus mengalami!”.

Kemudian saya memilih metode apa yang kamu desain dan kamu bertanggung jawab untuk membangunnya. Ketika pengajaran di kelas, mahasiswa diberi modal teori dan kemudian mengembangkan desain. Lalu untuk mendapatkan “pengalaman” yang diperlukan, diperlukan membuat model tersebut dalam skala 1:1. Hanya saja sayang jika bangunan yang dihasilkan lalu dibuang begitu saja, sehingga akhirnya proses “pengalaman” ini digabung dengan pengabdian masyarakat. Mahasiswa mendesain, dan mereka yang membangun bersama masyarakat di dalam wadah kegiatan “Parahyangan Bamboo Nation”.

Ternyata hal tersebut sangat mendatangkan hal-hal yang baik. Terjadi pertukaran ilmu antara dunia pendidikan dan masyarakat. Hal yang paling disadari adalah ternyata ada guru dimana-mana. Semua belajar, semua menjadi guru bagi yang lain. Hal ini yang tidak dapat terjadi di dalam pengajaran di kelas. Dimana tipe pengajaran di dalam kelas pada umumnya adalah one-way teaching. Prinsip ospek terkadang juga terjadi di dalam kelas, yaitu : peraturan pertama: dosen selalu benar dan peraturan kedua: jika dosen salah, kembali ke peraturan kedua. Yang menyenangkan dalam kegiatan ini adalah dosen, mahasiswa, pekarya dan juga masyarakat menjadi satu tim yang saling belajar dan menghargai satu dengan yang lain.
Keuntungan lain yang saya lihat dan rasakan melalui kegiatan ini adalah perkembangan soft skills dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Tanggung jawab, kepemimpinan, kerjasama, komunikasi.. itu hal-hal yang terlihat berkembang di dalam diri saya, teman-teman dosen dan juga mahasiswa yang terlibat didalamnya. Berikut adalah cuplikan kesan dari beberapa mahasiswa program studi Arsitektur angkatan 2012 peserta kegiatan tersebut:

“Belajar untuk bertanggung jawab atas rancangan yang dihasilkan dan belajar bagaimana untuk berdiplomasi di lapangan. Kejujuran akan mendatangkan banyak kebaikan.”
(Bobby Henatta)

“Dalam pembangunan mushola bamboo, saya mengikuti dari proses perancangan hingga proses pembangunan selesai. Proses pembangunan musholla ini sangat menarik untuk saya, karena saya dapat mempelajari hal-hal yang lebih detail dalam proses membangun. Bagaimana kita dapat mewujudkan sesuatu yang didesain sampai terwujud menjadi sebuah bangunan. Selain itu, proses membangun dengan bamboo ini juga menunjukkan bahwa bamboo bias menjadi struktur utama dalam pembangunan sehingga bamboo tidak hanya sebagai bagian estetika saja.”
(Clarissa Tanuwijaya)

“Melalui bamboo nation ini saya banyak mendapatkan pengalaman berharga bekerja di lapangan untuk pertama kalinya. Saya senang mendapat kesempatan untuk bekerja dalam tim, melewati proses dari perancangan hingga pembangunan selesai. :)”
(Priska Ivena)

“Sebuah proses pembelajaran bukan hanya terjadi di dalam kuliah, tapi juga diperlukan sebuah porses pembelajaran yang melibatkan mahasiswa secara langsung di lapangan. seperti yang pernah saya ikuti, selama proses konstruksi musola bambu, saya banyak belajar banyak hal yang mungkin tidak akan saya pelajari di dalam kuliah, seperti praktik mengikat bilah-bilah bambu, praktik membuat dan menyusun klat sepresisi mungkin, dan yang paling saya rasakan adalah bagaimana design yang saya buat bisa mempermudah pengerjaan konstruksi dan dapat mempersulit pengerjaan konstruksi. walaupun kadang design terlihat indah, tapi saya juga harus memikirkan bagaimana konstruksinya agar design saya bisa direalisasikan “
(Bernadette Sudira)

“Melalui kegiatan bamboo nation, saya terlibat sebagai tim arsitek perancang dalam proses konstruksi mushola bambu yang tentunya memberi banyak pembelajaran. Saya juga turut terlibat dalam proses konstruksi dan mengetahui bagaimana rumit dan menariknya penggunaan bambu sebagai bahan dasar bangunan. Bambu yang sebelumnya dianggap sebagai material yang kurang menarik ternyata dapat berubah menjadi sebuah karya arsitektur yang estetis.”
(Filipus Kevin)

“Pembelajaran tentunya yang sangat bermanfaat dari bamboo nation ialah eksplorasi material bambu, baik dari kekuatan struktur maupun estetis. tidak hanya itu, pembelajaran lainnya adalah mengenai manajemen konstruksi juga, salah satunya bagaimana bekerja sama dan bagaimana menghandle suatu proyek.”
(Daryl)

Proses pembelajaran melalui melibatkan mahasiswa dengan kegiatan pengabdian masyarakat berdampak positif bagi semua yang terlibat. Guru itu bukan hanya dosen, namun setiap orang dapat menjadi guru.