Home / Publikasi / Buletin Sañcaya / Sañcaya Volume 03 Nomor 05 Edisi Agustus-September 2015 / Bidang 4 Merupakan Pilar untuk Masa Depan, Menjadi The Great Unpar

Bidang 4 Merupakan Pilar untuk Masa Depan, Menjadi The Great Unpar

Budi Husodo Bisowarno, Ph.D.
(Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama)

Apakah yang mau dicapai untuk menjadi the Great Unpar dari bidang 4? Bidang 4 bertanggung jawab untuk pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama, mencakup unit pendukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) yang kini mencakup bidang kerjasama baik tingkat nasional dan internasional, publikasi (dulu bernama Laman) dan pemasaran dan humas, dan Perpustakaan. Bidang-bidang diatas bisa jadi dianggap sebagai bagian dari persoalan Unpar, misalnya jumlah dan mutu penelitian rendah, kegiatan pengabdian tidak relevan, kerjasama menghabiskan dana, web Unpar buruk dan strategi pemasaran tidak jelas. Secara bertahap dan konsisten, bidang-bidang tersebut diharapkan menjadi bukan saja bagian dari solusi tetapi juga bagian dari masa depan dari the Great Unpar.

Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Dalam beberapa tahun terakhir, pengelolaan penelitian bertransformasi menjadi lebih akuntabel dan transparan. Praktek baik seperti penjadwalan kegiatan penelitian, review proposal, perjanjian pelaksanaan penelitian, monitoring dan evaluasi serta pelaporan sudah melembaga dan dievaluasi pelaksanaannya setiap tahun. Proses continuous improvement yang dituntut oleh Sistem Penjaminan Mutu diterapkan dan perubahan pengelolaan penelitian selalu didokumentasikan pada perubahan prosedur dan formulirnya.

Hasil penataan pengelolan penelitian ini dicerminkan dalam pemetaan kinerja penelitian Dikti. Unpar masuk dalam klaster Madya (2010) dan naik kelas menjadi klaster Utama (2014).  Semua karya ilmiah dosen dikumpulkan di LPPM, dan diterbitkan sebagai buku tahunan LPPM sehingga mudah diakses untuk akreditasi program studi. Pada tahun 2015, karya ilmiah dosen diputuskan akan diindex ke google dan scholar google sehingga internationally visible dan dikerjakan oleh perpustakaan. Bersamaan Orasi Dies Natalis tahun 2016, LPPM berprakarsa memilih dosen-peneliti terbaik berdasarkan karya ilmiah yang dihimpun di LPPM. Pada saat ini, research performance index sedang dirumuskan dan diharapkan dapat diterapkan pada penilaian dosen-peneliti terbaik pada Januari 2017.

Pengelolaan pengabdian kepada masyarakat mengalami transformasi mengikuti pola pengelolaan penelitian. Meskipun banyak harus diperbaiki, pengelolaan pengabdian yang akuntabel dan transparan juga semakin nampak. Kegiatan pengabdian diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan dan menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Pada tahun 2016 ini, LPPM berprakarsa menawarkan dana tambahan untuk kegiatan pengabdian yang bertujuan menerapkan hasil-hasil penelitian, termasuk pembiayaan untuk pendaftaran HKI. Pendirian incubator juga dirintis, menjadi tempat untuk menyempurnakan teknologi dan model bisnis serta komersialisasi hasil-hasil penelitian.

Peningkatan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tentu berkorelasi dengan proses pembelajaran. Keterlibatan mahasiswa dalam kedua kegiatan tersebut didata dan diakui. Mahasiswa diharapkan mendapat latihan lebih memadai menjadi pengembang pengetahuan handal dari kegiatan penelitian sekaligus kepekaan sosial yang tinggi dari kegiatan pengabdian. Kedua kegiatan ini semestinya akan terus meningkat karena dana tersedia melimpah baik dari dana internal Unpar, alokasi dana dari program desentralisasi penelitian, maupun berbagi sumber eksternal seperti LPDP dan lainnya. Pada akhirnya, Unpar tidak hanya menghasilkan lulusan mumpuni, tetapi juga memproduksi pengetahuan yang diterapkan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, lewat kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Karya ilmiah dosen juga semakin bermutu dan diakui oleh komunitas akademik, tersebar secara luas dan mudah diakses dalam era media digital.

 

Bidang Publikasi

Bidang publikasi mendapat prioritas tinggi untuk diperbaiki, dan dimulai dari perancangan dan pengelolaan website. Pembenahan website mulai dari rancangan yang lebih visual, fresh dengan identitas dan struktur menu yang jelas serta pengelolaan yang lebih integral antara web universitas dan unit-unit baik akademik maupun penunjang ditargetkan. Pada bulan Oktober 2015, website baru untuk tingkat universitas diluncurkan sesuai dengan rancangan yang digariskan. Media sosial seperti facebook dan twitter juga mulai dikelola secara resmi. Youtube channel yang memuat koleksi video untuk berbagai kegiatan di lingkungan Unpar juga dikenalkan. Bidang publikasi juga sempat memfasilitasi penataan Unpar Apps, akan tetapi saat ini masih dikelola oleh LKM. Pengelolaan media publikasi diharapkan menjadi makin integral mulai dari website, media sosial, youtube dan Unpar Apps.

Mengawali pembenahan website, bidang publikasi juga menyebarkan kegiatan Unpar melalui media konvensional seperti Kompas (dhi Griya Ilmu) dan Pikiran Rakyat (misalnya berita Dies Natalis Unpar tahun 2016). Konten media konvensional selanjutnya dipublikasikan ulang di website Unpar dan media sosial. Hal serupa berlaku untuk kegiatan kemahasiswaan, baik bersifat akademik seperti kuliah tamu dan berbagai kompetisi akademik maupun kegiatan ekstra-kurikular dapat disebarkan atau dipublikasi ulang di website Unpar. Bagian publikasi kini semakin percaya diri dan siap menyebar-luaskan berita untuk berbagai kegiatan Unpar.

 

Bidang Kerjasama

Bidang kerjasama ini mempunyai cakupan sangat luas, bisa kerjasama dengan pihak dalam negeri maupun luar negeri, bisa dengan pemerintah termasuk pemda maupun pihak swasta, bisa kerjasama di tingkat unit seperti program studi, fakultas, PPK, LPPM dan seterusnya maupun universitas. Hal ini berarti, pengelolaan dan implementasi kerjasama juga sangat beragam sesuai dengan cakupan khususnya. Bagaimanakah prioritas bidang kerjasama ditetapkan?

Pertama, kerjasama yang sudah berlangsung tetap didukung untuk diteruskan. Misalnya, kerjasama penelitian dengan pihak eksternal baik dalam negeri seperti hibah desentralisasi Dikti maupun luar negeri tetap dikelola oleh LPPM. Hal serupa berlaku untuk berbagai kerjasama yang dikelola di tingkat unit. Misalnya, kerjasama untuk penyaluran lulusan tetap dikelola oleh Pusat Pengembangan Karir. Akan tetapi, kerjasama lebih diarahkan untuk semakin praktikal sehingga bisa diimplementasikan untuk kepentingan kedua belah pihak, khususnya pengembangan dosen dan mahasiswa Unpar.

Kedua, kerjasama luar negeri khususnya terkait langsung dengan kebutuhan mahasiswa dibenahi. Pada Februari 2016, Peraturan Rektor tentang Pertukaran Mahasiswa (student exchange) diterbitkan dan diharapkan menimbulkan kesadaran baik pengelola prodi maupun mahasiswa sendiri adanya peluang untuk study abroad lewat jaringan kerjasama Unpar dengan universitas mitra di luar negeri. Secara kebetulan, Unpar menjadi presiden ACUCA untuk periode 2014 – 2016 dan akan menyelenggarakan ACUCA student camp di Unpar pada Agustus 2016. Melalui kepemimpinan Ibu Ida Susanti di International Office pada periode sebelumnya, Unpar juga menyelenggarakann International Student Conference dan Immersion Program, yang mendatangkan visiting students dari berbagai negara. Bersama dengan student camp, dua kegiatan ini dapat terus didukung dan dipromosikan untuk proses pembelajaran sehingga mahasiswa Unpar mampu bersaing di dunia yang makin global. Inilah kebijakan yang menjadi arah pengembangan kerjasama di tingkat internasional.

 

Bidang Pemasaran

Bidang pemasaran bertugas untuk promosi dan pemasaran kepada calon mahasiswa baru baik jenjang D3, sarjana maupun pascasarjana. Pada masa mendatang, pemasaran yang terintegrasi untuk semua jenjang akan dilakukan. Konsolidasi sudah dilakukan, dimulai dengan kajian potensi pasar untuk jenjang diploma dan sarjana serta kajian analisis SWOT sampai strategi marketing untuk program-program di pascaasarjana.

Sebagai pelengkap dan bahkan menjadi andalan pada masa mendatang, pemanfaatan media digital akan lebih ditekankan untuk strategi pemasaran yang lebih efektif. Sementara itu, skema kerjasama diharapkan akan meningkatkan peminat dan jumlah mahasiswa pascasarjana. Pada saat ini, peraturan rektor sedang difinalisasi untuk memberi insentif finansial supaya lulusan program sarjana Unpar dengan potensi akademik baik tertarik melanjutkan studi di program magister, Unpar. Bidang pemasaran diharapkan mampu mendukung peningkatan kembali jati diri (brand) Unpar di tengah masyarakat dan bermuara pada kualitas dan kuantitas calon mahasiswa pada semua jenjang di Unpar.

Sementara itu, koordinasi yang lebih kuat akan ditingkatkan antara bagian pemasaran dengan proses rekrutmen dan registrasi mahasiswa baru yang ditangani oleh bagian admisi, di Biro Administrasi Akademik.

 

Bidang Perpustakaan

Pustakawan Unpar sudah menuliskan secara lengkap, meskipun belum terlalu rinci, arah pengembangan perpustakaan yang diterbitkan di Griya Ilmu (Selasa, 23 Februari 2016). Pertama, perpustakaan akan diarahkan menjadi digital library. Langkah implementasi yang sudah ditempuh adalah mendata semua buku untuk kepentingan proses pembelajaran dan akan diusahakan pembelian lisensi untuk versi digitalnya. Hal ini akan makin mendorong studi lintas disiplin ilmu, karena dosen dn mahasiswa suatu program studi dapat mengakses semua pustaka digital yang disediakan oleh perpustakaan. Karya dosen seperti laporan penelitian dan makalah ilmiah serta karya mahasiswa dalam bentuk skripsi, thesis dan disertasi juga mulai diindekskan ke google dan scholar google.

Kedua, perpustakaan akan mengkonversi ruang yang dikelolanya menjadi learning space. Penataan tempat belajar baru akan terjadi, baik untuk studi mandiri, kelompok kecil maupun kelompok yang lebih besar, setelah keberadaan digital library diwujudkan. Ketiga, perpustakaan akan menyiapkan bukan saja sarana untuk belajar pengetahuan tetapi berubah menjadi sarana untuk memproduksi pengetahuan. Ini berarti, ruang seperti studi rekam dan edit untuk audio dan video akan diperlukan. Bekerja sama dengan Pusat Inovasi Pembelajaran, pembuatan materi ajar berbasis IT trmasuk untuk distance learning dapat difasilitasi oleh perpustakaan. Masa depan perpustakaan diharapkan bisa menjadi pusat pengembangan pengetahuan di lingkungan Unpar.